Tenis
meja
atau ping-pong adalah suatu olahraga yang dimainkan oleh dua orang
(untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. Di Republik
Rakyat Cina, nama resmi olahraga ini ialah "bola ping pong"
(Tionghoa : 乒乓球;
Pinyin : pīngpāng qiú). Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari
papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bet, sebuah bola
pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja. Induk Olahraga tenis meja
di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) dan di dunia
adalah ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya mencapai
217 negara dan PTMSI tercatat sebagai Anggota ITTF sejak tahun 1961.
Padmanaba,
SMA Negeri 3 Yogyakarta pun memiliki ekstrakurikuler olahraga tenis meja ini. Biasanya,
ekstrakurikuler ini disebut “ekskul
ping-pong”. Awalnya, siswa hanya bermain ping-pong dengan biasa saja,
tetapi karena banyaknya siswa yang berminat, maka muncullah ide untuk
mendirikan ekskul ping-pong ini. Layaknya ekskul yang lain yang ada di SMA
Negeri 3 Yogyakarta, ekskul ini juga memiliki latihan rutin (larut). Sebenarnya
larut tersebut ditentukan oleh siswa dan guru pembimbing yaitu di hari-hari
tertentu setiap pulang sekolah.
Tiap tahunnya
pemerintah mengadakan O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional), tentunya dari
cabang ping-pong, SMA Negeri 3 Yogyakarta mengirimkan wakil-wakilnya untuk
bertanding memperebutkan title “juara”.
Walaupun SMA Negeri 3 Yogyakarta belum pernah mendapatkan gelar dari cabang
ini, tetapi kami yakin kalau suatu hari nanti ping-pong SMA Negeri 3 Yogyakarta
akan berjaya...! Amin....
Bhayangkara Padmanaba atau biasa disebut Bhapad adalah peleton inti (tonti) SMA 3 Yogyakarta. Seperti peleton inti pada umumnya, kegiatan reguler Bhapad adalah baris-berbaris. Mulai dari latihan rutin, latihan persiapan lomba hingga persiapan upacara. Semuanya menggunakan teknik dasar yang sama, baris-berbaris! Banyak prestasi yang berhasil diraih. Pada Lomba Baris Berbaris (LBB) PPI Kota Yogyakarta/LBB Merah Putih, awal November 2009 kemarin, Bhayangkara Padmanaba memang gagal mempertahankan gelar juara umum yang telah tiga kali diraih secara berturut-turut (2006, 2007, 2008). Akan tetapi kekhilafan sejenis tidak diulangi lagi di LBB PPI Propinsi DIY pada akhir November 2009, dimana Bhapad kembali menjadi Juara Umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut (dari total lima kali juara umum).
Di ajang Paskibraka, setiap tahunnya Bhapad juga berhasil mengirimkan putra-putri terbaik untuk berkiprah di tingkat kota, propinsi, hingga nasional. Berdasarkan statistik, dalam 11 tahun terakhir, SMA 3 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah dengan prestasi Paskibraka terbaik dan terstabil di lingkup Propinsi DIY. Tercatat sejak Agustus 1999-2009, SMA 3 telah mengirim 3 duta ke nasional (terakhir tahun 2006) plus 5 duta propinsi yang merangkap status sebagai cadangan utama nasional (terakhir tahun 2008).
Hanya itu saja? Tidak! Bhayangkara Padmanaba tidak sekedar unggul dalam tataran teknik seperti diatas. Banyak hal yang dilakukan di sini. Banyak hal pula yang akhirnya diperoleh anggotanya. Bhayangkara Padmanaba lebih dari sekedar baris-berbaris. Karena itu Bhapad mengunakan tagline NOT alias Not Only Technique. Blog Bhapad,
www.bhayangkara.padmanaba.or.id yang anda baca saat ini adalah salah satu komitmen kami dalam mewujudkan sebuah peleton inti yang sudah merambah kualitas Not Only Technique. Selamat menikmati!