Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah. Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.

Seperti halnya di sekolah lain, SMA N 3 Yogyakarta (Padmanaba) juga memiliki organisasi ini. Semua kegiatan siswa yang merupakan program kerja OSIS di Padmanaba harus melalui prosedur yang berlaku. Yaitu penyusunan proposal kegiatan, surat peminjaman, dll. Sehingga kegiatan-kegiatan tersebut terkontrol dengan baik.

Osis Padmanaba sangat terkenal di sekolah-sekolah di Yogyakarta, sehingga banyak OSIS dari dalam maupun luar kota Yogyakarta datang untuk melakukan studi banding mengenai bagaimana kinerja OSIS dan lain-lain.

Pada masa bakti 2013/2014 ini, OSIS Padmanaba diberi nama Kabinet Garuda Padmanaba dengan Ketua Umum, Inria Astari Zahra. Semua komunitas dan ekstrakurikuler di SMA N 3 Yogyakarta dibawahi oleh OSIS yang dikelompokkan ke dalam 10 bidang.

Bidang I (Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa) membawahi SKI, KPK, dan PSKP.
Bidang II (Kepekaan terhadap Lingkungan dan Kemanusiaan) membawahi SSC dan PJRC.
Bidang III (Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan, dan Bela Negara) membawahi PHC, Bhapad, dan Hankam.
Bidang IV (Demokrasi dan Hubungan Sosial Kemasyarakatan) membawahi Hulari dan Hudagri.
Bidang V (Penyaluran Kreativitas dalam Media Informasi) membawahi Dokumentasi dan Pers & Info.

Bidang VI (Pembinaan Keterampilan dan Kewirausahaan) membawahi Logistik dan Koperasi.

Bidang VII (Pembinaan Jasmani, Kesehatan, dan Olahraga) membawahi Futsal, Basket, Tenis Meja, PD, Bulu Tangkis.
Bidang VIII (Pembinaan Seni dan Budaya) membawahi Teater JM, Paspad, Seni Tari, Seni Rupa, Seni Musik, Karawitan.

Bidang IX (Pembinaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) membawahi Kirpad, Robotik, Aeromodelling.
Bidang X (Pembinaan Bahasa dan Sastra) membawahi Pedes dan Progresif.


Tenis meja atau ping-pong adalah suatu olahraga yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. Di Republik Rakyat Cina, nama resmi olahraga ini ialah "bola ping pong" (Tionghoa : 乒乓球; Pinyin : pīngpāng qiú). Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bet, sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja. Induk Olahraga tenis meja di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) dan di dunia adalah ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya mencapai 217 negara dan PTMSI tercatat sebagai Anggota ITTF sejak tahun 1961.

Padmanaba, SMA Negeri 3 Yogyakarta pun memiliki ekstrakurikuler olahraga tenis meja ini. Biasanya, ekstrakurikuler ini disebut “ekskul ping-pong”. Awalnya, siswa hanya bermain ping-pong dengan biasa saja, tetapi karena banyaknya siswa yang berminat, maka muncullah ide untuk mendirikan ekskul ping-pong ini. Layaknya ekskul yang lain yang ada di SMA Negeri 3 Yogyakarta, ekskul ini juga memiliki latihan rutin (larut). Sebenarnya larut tersebut ditentukan oleh siswa dan guru pembimbing yaitu di hari-hari tertentu setiap pulang sekolah.

Tiap tahunnya pemerintah mengadakan O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional), tentunya dari cabang ping-pong, SMA Negeri 3 Yogyakarta mengirimkan wakil-wakilnya untuk bertanding memperebutkan title “juara”. Walaupun SMA Negeri 3 Yogyakarta belum pernah mendapatkan gelar dari cabang ini, tetapi kami yakin kalau suatu hari nanti ping-pong SMA Negeri 3 Yogyakarta akan berjaya...! Amin....

Bhayangkara Padmanaba atau biasa disebut Bhapad adalah peleton inti (tonti) SMA 3 Yogyakarta. Seperti peleton inti pada umumnya, kegiatan reguler Bhapad adalah baris-berbaris. Mulai dari latihan rutin, latihan persiapan lomba hingga persiapan upacara. Semuanya menggunakan teknik dasar yang sama, baris-berbaris! Banyak prestasi yang berhasil diraih. Pada Lomba Baris Berbaris (LBB) PPI Kota Yogyakarta/LBB Merah Putih, awal November 2009 kemarin, Bhayangkara Padmanaba memang gagal mempertahankan gelar juara umum yang telah tiga kali diraih secara berturut-turut (2006, 2007, 2008). Akan tetapi kekhilafan sejenis tidak diulangi lagi di LBB PPI Propinsi DIY pada akhir November 2009, dimana Bhapad kembali menjadi Juara Umum untuk keempat kalinya secara berturut-turut (dari total lima kali juara umum).
Di ajang Paskibraka, setiap tahunnya Bhapad juga berhasil mengirimkan putra-putri terbaik untuk berkiprah di tingkat kota, propinsi, hingga nasional. Berdasarkan statistik, dalam 11 tahun terakhir, SMA 3 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah dengan prestasi Paskibraka terbaik dan terstabil di lingkup Propinsi DIY. Tercatat sejak Agustus 1999-2009, SMA 3 telah mengirim 3 duta ke nasional (terakhir tahun 2006) plus 5 duta propinsi yang merangkap status sebagai cadangan utama nasional (terakhir tahun 2008).
Hanya itu saja? Tidak! Bhayangkara Padmanaba tidak sekedar unggul dalam tataran teknik seperti diatas. Banyak hal yang dilakukan di sini. Banyak hal pula yang akhirnya diperoleh anggotanya. Bhayangkara Padmanaba lebih dari sekedar baris-berbaris. Karena itu Bhapad mengunakan tagline NOT alias Not Only Technique. Blog Bhapad, www.bhayangkara.padmanaba.or.id yang anda baca saat ini adalah salah satu komitmen kami dalam mewujudkan sebuah peleton inti yang sudah merambah kualitas Not Only Technique. Selamat menikmati!